Sabtu, 02 September 2017

Nuba Lagadoni dalam jiwa Ata Pune

Nuba Lagadoni Nara Wato Peni Ina merupakan simbol budaya dalam masyarakat Mingar, namanya sangat dekat dengan para leluhur dan orang Mingar pada umumnya, untuk mengetahui sesungguhnya Nuba Lagadoni penulis menyajikan tulisan ini berdasarkan cerita dan pandangan beberapa generasi muda Mingar terhadap Nuba ini.

Lagadoni adalah nama Nuba yang istimewa, para leluhur percaya bahwa ucapan syukur dan doa yang mereka yang di perantarai oleh Lagadoni akan terwujud, mereka meyakini bahwa doa dan permohonan mereka akan di sampaikan kepada Lera Wulan Tana Ekan (Dimaknai sebagai Tuhan langit dan bumi dan kewokot di yakini sebagai pengantara ketika manusia melakukan hubungan secara transendental kepada Lera Wulan Tana Ekan. Vatter.1984.101) ini tidak dapat di pungkiri oleh para orang tua dan beberapa generasi muda Mingar yang menjadi pemerhati dan pencinta budaya Mingar.

Lagadoni ibarat Dewa Wisnu dalam ajaran Hindu, ia menjadi penghubung manusia dan Yang Kuasa, ia menjembatani segala doa dan permohonan di saat Orang Mingar belum mengenal agama (pertengahan abad ke - 16 Etnis Lamaholot baru mulai di kenalkan denga Agama Katholik. Vatter.1984.24)

Asal muasal Nuba Lagadoni ini di bawah oleh para leluhur Ata Pune dari Tana Lepan Batan yang saat ini tinggal di Mingar, dalam pengembaraan mereka Nuba Lagadoni selalu di bawah serta, secara pribadi dapat di katakan pula bahwa Lagadoni tidak sebatas berada di Mingar dan menjadi pengatara namun Lagadoni telah hadir dan menjiwai keturunannya dalam Marga Ata Pune. Bila jeli dan kita mau mencermati kehidupan kita sebagai sesama Anak Mingar hal ini dapat kita temukan dalam diri Ana Nuja Golu (Anak Cucu) Ata Pune, Kita dapat melihat mereka tumbuh dan berkembang sebagai generasi yang rendah hati (Ore Lereka), tidak ambisius namun sering muncul di luar dugaan, terlihat biasa saja meski kadang mereka menyimpan hal - hal yang luar biasa dalam kehidupannya seolah mereka adalah Lagadoni masa kini.@yorizamatea

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koda Ina Tutu Ama Gena