Jumat, 15 September 2017

Mengabdi Tanpa Ruang dan Waktu

Setiap manusia memiliki asal - usul, dengan mengenali diri dan asal - usulnya seseorang akan cenderung untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi tempat asalnya, dalam bahasa etnis Lamaholot di Flores (Lembata, Adonara dan Solor) di sebut dengan Gelekat Lewo Tana (Pengabdian kepada Kampung Halaman).

Gelekat Lewo Tana adalah bentuk penghormatan yang tak ternilai dalam budaya Lamaholot, setiap orang dapat mengabdikan diri dengan cara apa pun di sesuaikan dengan kemampuan atau kapasitas orang itu sendiri, beberapa cara dapat dilakukan untuk mewujudkan rasa cinta pada tempat asal kita sendiri .

Dalam bahasa Indonesia Gelekat dapat di artikan sebagai mengabdi, pengabdian , dan padanan kata lainnya. 'Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas".

Jika kita mengacu pada KBBI dan paparan Siti Mariyaria tentang Pengabdian maka Gelekat Lewo tidak sebatas pengabdian tenaga semata, setiap individu dapat melakukan pengabdian dengan perbuatan dan pikirannya.

Pengabdian dengan Perbuatan:

Pengabdian dengan berbuat baik terhadap orang lain seperti membantu seseorang untuk mendapatkan pekerjaan atau prestasi kedua hal ini berdampak pada kebahagiaan banyak orang, jika dapat di ilustrasi kan dalam pola multi level marketing maka ketika seseorang yang telah terbantu dalam mendapatkan pekerjaan dan ia juga membantu orang lain dalam mewujudkan harapan (bekerja) maka jumlah orang yang bekerja dari satu daerah asal akan bertambah dan pengganguran menjadi berkurang, pendapatan orang bertambah maka perubahan pun akan terwujud.

Pengabdian dengan pikiran:

Pengabdian dengan cara seperti ini seringkali di lakukan dan di temui dalam kehidupan sosial kita namun banyak yang tidak menyadari bahwa mereka telah menjalani kewajiban dalam hal berbakti. Dengan pikiran orang mampu mengungkapkan keprihatinannya dalam berbagai bentuk, keprihatinan kerap muncul dalam keluhan dan kritikan sehingga kita lupa bahwa dalam mengaktualisasikan rasa cinta terhadap Lewo Tana/ Kampung Halaman tidak hanya dengan solusi dan sanjungan ,kritikan dapat di jadikan landasan dalam mengevaluasi hal - hal yang telah terlewati untuk mencapai hasil atau perubahan sesuai keinginan individu maupun kelompok sosial dalam bermasyarakat, kritikan adalah penyeimbang sebuah keberhasilan.

Pengabdian bukan perbudakan, sebab perbudakan selalu di sertai dengan paksaan dan ketakutan, yang akhirnya menimbulkan pemberontakan . Tidak ada perbudakan yang menghasilkan kebahagiaan karena akan berakhir pada kehancuran.  Pengabdian menjadi upaya manusia dalam mengangkat harkat individu dan kelompok manusia , tanpa batas dan tendensius.


Daftar Pustaka

Pesta. Arti Pengabdian. Diperoleh Tanggal 10 November 2013, dari http://pesta.org/arti_pengabdian

https://msriaa10.wordpress.com/2013/11/10/manusia-dalam-pengabdian/





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koda Ina Tutu Ama Gena