Kamis, 14 September 2017

LSM dan HIV di Batam

Pulau Mat Belanda atau yang di kenal dengan Pulau Babi terletak di sebelahnya Pulau Belakang Padang yang juga di sebut dengan Pulau Penawar Rindu.

Mat Belanda menjadi salah satu pulau yang tidak asing di kalangan pekerja sosial untuk pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Batam karena dalam sejarah HIV Kota Batam dari pulau inilah cikal bakal program pencegahan HIV di mulai. Tahun 1992 kasus HIV dan AIDS pertama di Batam di temukan, penemuan kasus di Mat Belanda berselang 5 tahun setelah kasus pertama di Indonesia di temukan di Bali.

Dengan di temukan HIV dan AIDS di Mat Belanda maka organisasi sosial masyarakat mulai mengambil peran terhadap perluasan epidemi HIV di Batam, Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB) menjadi salah satu lembaga non pemerintah pertama yang menggesa program pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS.

Respon terhadap penularan HIV mulai kelihatan pada tahun 1999, saat itu ada Lemabaga Non Pemerintah yang menjadi ujung tombak pencegahan HIV di Kota Batam, sedangkan pemerintah baru merespon situasi ini pada tahun 2005 dengan membentuk Komisi Penanggulangan Aids Kota Batam (KPAK Batam). Saat terbentuknya KPAK Batam, jumlah LSM sudah bertambah menjadi 5 lembaga hal ini membuktikan bahwa peran LSM dalam permasalahan sosial di Kota ini sangat signifikan, sampai 2017 Batam program Pencegahan HIV dan AIDS masih terus bertumpu pada 7 LSM.

Aktivitas LSM dalam ranah HIV dan AIDS di Kota Batam:
  1. Memberikan pengetahuan melalui penjangkauan (sharing face to face) sosialisasi, Fokus Grup Diskusi dan Kampanye,  tentang HIV kepada Wanita Pekerja Seks, LGBT, Pekerja Pabrik/ industri dan Masyarakat Umum.
  2. Mendorong tercapainya perubahan perilaku pada populasi berisiko tinggi terhadap penularan HIV.
  3. Mendampingi klien yang hendak mengakses layanan HIV dan ARV.
  4. Memberikan dukungan kepada Orang yang telah positif HIV. 
  5. Bersama KPAK Batam dan Dinas Kesehatan melakukan advokasi kebijakan dan anggaran untuk mendukung program Pencegahan HIV dan AIDS.
  6. Bersinergi dengan layanan kesehatan untuk melakukan mobile VCT dan IMS di populasi Wanita Pekerja Seks, LGBT, pekerja pabrik/ industri dan Masyarakat umum.
  7. Membentuk komunitas atau kelompok peduli HIV dan AIDS di Kota Batam.

Capaian dari berbagai aktivitas yang di lakukan oleh para petugas LSM khususnya pada tingkat pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS adalah meningkatnya akses layanan kesehatan khususnya VCT dan IMS di Kota Batam. Hal ini membuktikan bahwa sudah mulai tumbuh kesadaran dalam diri masyarakat untuk mengetahui status kesehatannya khususnya terhadap HIV dengan memeriksakan diri ke tempat layanan yang tersedia di kota Batam. @yorizamatea.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koda Ina Tutu Ama Gena