Jika di lihat dari konteks sosial maka pesta dapat di definisikan sebagai wadah yang mempertemukan individu maupun kelompok dalam sebuah interaksi sosial pada waktu dan konteks tertentu tergantung pada konsep pesta itu sendiri, bila menelaah kehidupan anak pesta di Batam, defenisi ini tepat untuk menggambarkan jiwa anak remaja di Batam yang kesehariannya berpesta dari tenda ke tenda, dengan tujuan yang sama yakni bertemu dan bertatap muka serta menikmati hiburan yang mereka inginkan selain itu pesta juga menjadi ajang refreshing bagi sebagian kecil dari mereka setelah seminggu penuh berkutat dengan rutinitas .
Fenomena MUPET
Kata MUPET tidak sekedar muncul sebagai julukan untuk mencandai para sahabat sebaya yang doyan pesta, MUPET muncul dalam sebuah proses panjang , dari masa ke masa yang di turunkan oleh generasi sebelumnya , Anak MUPET saat ini adalah generasi yang terbentuk oleh lingkungan dan budaya yang telah lama berlangsung, perbedaan mereka hanya pada konteks penyelenggaraan pesta, pada waktu yang lalu pesta yang di rayakan dalam lingkup yang terbatas adalah pesta nikah, seiring berkembangnya zaman maka hal - hal lain yang menjadi momentum bagi seseorang cendrung untuk selalu di rayakan dengan iringan musik dan tari - tarian,contohnya adalah pesta ulang tahun anak, hal ini tidak terbatas pada satu golongan maupun suku.
MUPET dan Identitas
Menurut Stella Ting Toomey,"Identitas merupakan refleksi diri atau cerminan diri yang berasal dari keluarga, gender, budaya dan proses sosialisasi". Identitas melekat pada diri dan benda juga menjadi jati diri untuk di kenal baik sebagai perorangan, kelompok, etnis, gender dan budaya.
MUPET menjadi indentitas sebagian anak Batam yang lahir dan tumbuh kembang dalam budaya Flores, kebanggan pada budaya membuat mereka terus mempertahankannya dan karena budaya mampu mempengaruhi keadaan dan terbentuk oleh perpaduan generasi sosialis yang mengutamakan kebersamaan dalam relasi pertemanan membuat pesta menjadi sebuah budaya yang enggan untuk di tinggalkan oleh anak pesta sekalipun pesta cendrung memberikan ketimpangan dalam pertukaran sosial dari aspek psikologis, sosiologis dan ekonomis.
MUPET dan Aktualisasi Diri
Aktualisasi diri adalah keinginan seseorang untuk menggunakan semua kemampuan guna mencapai tujuan tertentu berdasarkan keinginannya . Ahli jiwa Abraham Maslow memaparkan dalam bukunya Heararchy Of Needs bahwa aktualisasi diri adalah kebutuhan dan pencapaian tertinggi Manusia tanpa mengenal suku asal - usul seseorang , seperti itu pula anak yang terlibat dalam lingkaran MUPET, mereka tidak di batasi oleh suku atau asal usulnya meskipun anak dari suku Flores yang menjadi inisiator namun pada dasarnya mereka memiliki satu kebutuhan yang sama yakni kebutuhan untuk di kenal.
Kesamaan keinginan dan kebutuhan yang besar untuk mendapatkan popularitas/ di kenal (baca: Wakten/ Wak Paten) di kalangan remaja inilah yang menghantar mereka untuk mendatangi setiap tempat pesta tanpa memandang jenis pestanya, yang penting ramai pengunjung, bisa joget dan lagunya mendukung (baca: hitz).
Semakin sering seorang anak mengikuti pesta dan bertemu banyak anak seusianya ia akan mengenal atau di kenal oleh banyak orang.
Hasil ngorol - ngidul dengan beberapa remaja yang terlibat maupun yang yang telah mengakhiri petualangan antar tenda antar wilayah dalam dunia MUPET memberi satu contoh seperti ini.
Sebut saja nama mereka Icha dan Achi, keduanya berbeda asal - usulnya, namun mereka adalah teman sekelas di bangku SMP dan tinggal di wilayah yang sama, Icha adalah anak perempuan yang selalu bepergian bersama anak lainnya dari tempat tinggal lain untuk dan senantiasa menghadiri pesta dimana pun meski tidak di undang, karena pergaulan yang tak terbatas ini Icha jadi memliki banyak teman, pada beberapa kesempatan Icha dan Achi pergi ke mall dengan lokasi mall yang berbeda, ternyata di setiap mall yang mereka datangi Icha selalu selalu di sapa dan di panggil dengan anak akrab oleh anak pesta yang mengenalinya, begitu juga sebaliknya dengan Icha, sedangkan Achi yang anak rumahan, kebingungan dengan apa yang di alaminya karena penasaraan Achi bertanya pada Icha tentang relasi pertemanan Icha, yang membuat Icha begitu mudah untuk di kenali dan mengenali orang - orang yang tidak pernah di temukan atau di kenal Achi, Icha pun menceritakan kepada Achi tentang aktivitas dan kegemaran Icha berpetualang ke setiap tenda pesta yang membuahkan hasil seperti yang di temui Achi, pengalaman ini mendorong Achi untuk mengikuti jejak Icha.
Contoh ini memang tidak mutlak terjadi pada semua orang atau bahasa lainnya bahwa contoh yang ada tidak berarti mampu mempengaruhi setiap anak, karena setiap keputusan kembali pada bagaimana proses pembentukan karakter pada anak tersebut di mulai serta faktor keluarga sang anak tersebut di besarkan, buktinya sebagian besar anak MUPET masih tetap ke sekolah dan menyelesaikan pendidikannya, tidak terlibat dalam seks bebas, maupun tindakan kriminal bahkan ada yang menjajaki dunia mixing lagu - lagu untuk memenuhi hasrat pecinta musik dari Indonesia Timur seperti lagu dari Maumere, Papua juga lagu - lagi top lainnya dan mengunggahnya melalui media YouTube untuk mendapatkan rating dan tentu menghasilkan uang.
MUPET tidak selamanya kelam dan suram, karena MUPET hanya sebatas keinginan yang ketika terpenuhi maka MUPET hanya menjadi masa lalu yang membantu seseorang mengenali dirinya dan menjadi alternatif keluarga dan orang tua dalam merefleksikan pendidikannya dalam keluarga untuk menghantar mantan Anak MUPET mencapai jenjang hidup yang lebih baik.@yorizamatea.
Referensi:
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Fenomena
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Identitas.
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pesta
- https://syulhadi.wordpress.com/my-document/umum/ilmu-komunikasi/teori-komunikasiteori-kategori-sosial-teori-pertukaran-sosial
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Aktualisasi_diri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar