Kamis, 31 Agustus 2017

Nuba"Monumen Budaya Orang Mingar"

Nuba adalah simbol kekuatan dan kesakralan yang bertuah dalam budaya Orang Mingar yang berbentuk batu alam dan menjadi peninggalan turun temurun oleh para leluhur sampai pada anak cucu. Batu alam yang di sebut Nuba (monumen) oleh para leluhur Orang Mingar sesungguhnya adalah lambang yang menggantikan wujud manusia yang telah meninggal dunia, leluhur Orang Mingar ini yang di kenang dalam bentuk Batu yang di sebut Nuba ini adalah manusia yang sakti mandraguna di masa hidupnya. Leluhur Orang Mingar meyakini bahwa ketika mereka memohon kepada kepada Lera Wulan Tana Ekan (penyebutan Tuhan oleh para leluhur ketika belum mengenal Agama) dengan perantara Nuba maka doanya akan di kabulkan oleh Yang Kuasa.

Foto. Nuba 
Orang Mingar mengenal beberapa nama Nuba, seperti Nuba Bala Kae, Nuba Jou Pesil, Nuba Lagadoni Nara Wato Peni Ina, Nuba Sodi Angi dan beberapa nama Nuba lainnya. Dari beberapa nama Nuba ini ada 3 Nuba yang populer dan sangat familiar dalam kehidupan dan budaya orang Mingar yakni Nuba Bala Kae, Nuba Lagadoni dan Nuba Sodi Angi.

Ketiga Nuba ini terletak di 3 penjuru mata angin, Nuba Bala Kae di bagian Timur, Nuba Lagadoni di Utara dan Nuba Sodi Angi di Barat desa Pasir Putih (Lewo/ Kampung Mingar) dengan peran yang berbeda namun saling melengkapi satu sama lain.

Nuba Bala Kae berperan melindungi dan mengayomi Orang Mingar dari segala bala yang datang dari Timur.

Lagadoni adalah Nama Nuba yang memiliki peran yang lebih besar dari kedua Nuba lainnya, Nuba Lagadoni adalah simbol pelindung, pengayom, kesejahteraan dan kebajikan, Nuba Lagadoni menjadi tumpuan harapan para leluhur orang.

Nuba Sodi Angi berperan sebagai penangkal bala dari arah Barat, Sodi Angi juga berperan untuk mendatang awan dan angin ketika musim hujan tiba.@yorizamatea.

Rabu, 30 Agustus 2017

Awet Baterai dalam 4 langkah


Smartphone sudah tidak ohdapat di pisahkan lagi dalam kehidupan sosial kita,tidak ada hari tanpa menggenggam smartphone dan tidak ada smartphone yang tidak kehabisan baterai.

Boleh dikatakan bahwa smartphone adalah kebutuhan penunjang dalam melakukan aktifitas, Pekerja Sosial juga membutuhkan alat yang satu ini, sayangnya tidak semua orang mampu membeli smartphone yang tepat sesuai kebutuhannya.

Seorang pecinta game dalam akan membeli smartphone sesuai kebutuhannya begitu juga sebaiknya seorang pekerja sosial dalam membeli smarthone, misalnya spesifikasi kamera dan baterei karena dua alat ini adalah kebutuhan seorang PEKSOS dalam melakukan aktifitasnya, Kamera untuk dokumentasi kegiatan di lapangan sedangkan baterai untuk mempertahankan masa on air sebuah smartphone, nah di kesempatan ini saya akan membagikan tips menghemat baterai smartphone. (Mungkin ada beberapa perbedaan dalam tiap tahap pengaturan, saya menggunakan Xiaomi 4 Prime untuk tutorial ini)

  1. Matikan jaringan internet.  Ini adalah pengetahuan yang sudah lazim, dan paling cepat untuk di lakukan, sebenarnya selain menghemat data/ paket internet menonaktifkan juga mampu menghemat baterai.
  2. Mengganti jaringan. Smartphone keluaran terbaru menyediakan 3 jenis layanan jaringan yaitu 2G, 3G dan 4G kita tinggal memilih salah satu dari ke tiga jenis jaringan ini sesuai area dimana kita berada melalui beberapa tahapan sebagai berikut: 
a. Buka pengaturan dan Anda akan menemukan tampilan seperti di gambar. Silahkan tekan Kartu SIM dan Jaringan Seluler.
b.Saat klik di  Kartu & jaringan seluler maka anda akan menemukan tampilan seperti pada gambar. 
Silahkan tekan SIM 1.
c. Setelah klik SIM 1 maka anda menemukan tampilan seperti pada gambar. Silahkan tekan di Preferred network type.

d. Setelah membuka Preferred network type, anda akan mendapatjan tampilan seperti ini dan silahkan memindahkan jaringan dari 4G atau 3G dengan jaringan 2G. Hasilnya baterai akan bertahan lebih lama daripada sekedar mematikan data mobile.
Selamat mencoba ! @yorizamatea

Selasa, 29 Agustus 2017

Welcome To Batam

Welcome To Batam


Salah satu Icon yang menjadi tempat tujuan banyak orang di Batam dan orang yang datang dari daerah di luar Batam adalah Welcome To Batam, memotret diri di tempat ini seolah membuat pengesahan tentang keberadaan seseorang di Kota yang juga disebut Negeri Segantang Lada, begitu pun saya yang kebetukan menjadi salah satu warga Kota Seribu Ruko ini.

Ketika saya memilih tempat ini menjadi Hot Spot untuk menciptakan kenangan, saya tidak hanya sekedar mengesahkan diri bahwa saya sedang berada di Batam, berpose di monumen yang di dirikan pada tahun 2010 oleh Pemerintah Kota Batam, saya memahami Welcome To Batam sebagai sebuah tantangan dan sapaan seperti pada umumnya penyambutan ketika mendatangi rumah atau tempat umum. Bila pandangan ini tidak lasim bagimu saya menghormati itu karena tentu kita memiliki perbedaan cara pandang terhadap apa yang di sebut anak jaman WTB.

Mengapa WTB menjadi sebuah tantangan bagi saya ? 
Karena kota ini memberikan kesempatan untuk bersaing, beradu dalam ilmu pengetahuan, keterampilan dan relasi, ketika anda memiliki relasi maka gerbang maka pintu rezeki terbuka lebar bagimu, ini membuktikan bahwa relasi sosial sangat erat dan memiliki pengaruh yang sangat luar biasa dalam menentukan arah hidup seseorang sekaligus menjadi mengukuhkan keadaan dan pandangan bahwa membina hubungan baik dan menjaga komunikasi sosial yang intens jauh lebih penting ketimbang sekedar memiliki pendidikan dan keterampilan semata, jika "Tipis Pergaulanmu (meminjam kalimat Anak Medan)" sulit hidupmu nanti, meskipun banyak juga yang akhir nya melupakan temannya seperti kata pepatah ,"Seperti  kacang yang lupa akan kulitnya", namun membangun pertemanan adalah investasi yang tak ternilai harganya.

Keinginan lainnya ketika saya mendokumentasikan perjalanan ini adalah untuk mengenang ikon Batam yang satu ini karena kelak mungkin tidak ada lagi WTB di Bukit Clara yang telah tergusur separuhnya karena saat saya menuliskan ini, sudah terpancang plang pembangunan gedung bertingkat yang itu artinya WTB akan tertutup bahkan mungkin tergerus pembangunan di Kota Batam.(yorizamatea)





Selasa, 22 Agustus 2017

Support psikologis

    Pendampingan di tempat pelatihan


Tingkat kepercayaan diri setiap orang itu berbeda, ada yang sangat tinggi, sedang bahkan tidak sama sekali, kepercayaan diri menjadi bagian penting dari kehidupan sosial manusia yang sebenarnya bisa di latih, dengan seringnya seseorang melatih dirinya orang tersebut akan lebih yakin dalam melakukan hal apa pun termasuk dalam hal membangun relasi komunikasi dengan orang lain di sekitar kita, tingkat pengetahuan dan pergaulan seseorang juga membantu untuk mencapai rasa percaya diri.

Dalam kegiatan pendampingan program pemberdayaan anak di Hinterland (sebutan untuk pulau - pulau di sekitar pulau Batam) kepercayaan diri adalah sesuatu yang tidak gampang untuk di temukan dalam pribadi anak - anak yang menjadi dampingan kami, untuk memberikan pendapat di hadapan temanya saja mereka perlu di dorong untuk menyampaikan apa yang terpikir oleh mereka.

Keikutsertaan mereka dalam beberapa pelatihan keterampilan yang ada di Batam juga membutuhkan dorongan dan pendampingan secara psikologis, sebagai pendamping kami terus menjalin komunikasi melalui media sosial dan juga datang langsung melihat mereka di tempat pelatihannya agar mereka tidak merasa sendiri atau di tinggalkan.

Koda Ina Tutu Ama Gena